<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Community: Faculty of Pharmacy</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/2" />
  <subtitle>Faculty of Pharmacy</subtitle>
  <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/2</id>
  <updated>2026-10-02T02:22:12Z</updated>
  <dc:date>2026-10-02T02:22:12Z</dc:date>
  <entry>
    <title>ISOLASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG PANGGANG PULUT (Atrina pectinata) SEBAGAI EDIBLE COATING PADA PAPRIKA MERAH (Capsicum annum L.)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5479" />
    <author>
      <name>HASIBUAN, INTAN BAGANI</name>
    </author>
    <author>
      <name>212114093</name>
    </author>
    <author>
      <name>Ridwanto</name>
    </author>
    <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5479</id>
    <updated>2026-09-21T04:13:48Z</updated>
    <published>2025-07-03T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ISOLASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG PANGGANG PULUT (Atrina pectinata) SEBAGAI EDIBLE COATING PADA PAPRIKA MERAH (Capsicum annum L.)
Authors: HASIBUAN, INTAN BAGANI; 212114093; Ridwanto
Abstract: Lapisan tipis (Edible coating) merupakan teknologi pengawetan pangan menggunakan lapisan tipis bahan yang dapat dimakan untuk melindungi produk dari kerusakan dan memperpanjang masa simpan. Kitosan adalah polisakarida yang diperoleh dari deasetilasi kitin, memiliki sifat biodegradabel, biokompatibel, dan aktivitas antimikroba yang efektif sehingga berpotensi sebagai bahan edible coating alami. Limbah cangkang kerang panggang pulut (Atrina pectinata) yang melimpah di Sumatera Utara, belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kitosan dari cangkang kerang panggang pulut sebagai edible coating pada paprika merah serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap mutu fisikokimia paprika selama penyimpanan.&#xD;
Metode penelitian meliputi isolasi kitosan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi. Kitosan yang diperoleh dikarakterisasi dengan mengukur kelarutan, kadar air, kadar abu, randemen dan analisis gugus fungsi menggunakan spektrofotometer FTIR. Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap Stapylococcus aureus dengan konsentrasi kitosan 3%, 6%, dan 9% kemudian larutan kitosan tersebut akan dicoating pada paprika merah dengan mengukur susut bobot, kadar air, warna, pH, total asam, vitamin C, dan total padatan terlarut (TPT).&#xD;
Hasil menunjukkan Kitosan berhasil diisolasi dengan derajat deasetilasi 76,68% sesuai standar nasional, berwarna putih, tekstur serbuk halus, tidak berbau, larut dalam asam asetat 2%, kadar air 4,58%, kadar abu 3,38%, dan rendemen 63,46%. Larutan kitosan menunjukkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat sangat kuat terhadap Staphylococcus aureus. Hasil fisikokimia paprika merah terbaik adalah konsentrasi 9%. Hasil penelitian menunjukkan paprika merah yang disimpan selama 8 hari mengalami susut bobot 5,58%, kadar air 6,64%, warna Red (R), pH 6,28, Total asam 15,26%, vitamin C 463,46 mg/100g, dan total padatan terlarut 1,343.</summary>
    <dc:date>2025-07-03T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>FORMULASIDANEVALUASIANTIJERAWATNANO POINT CLEAR DARI EKSTRAK DAUN KERSEN (MuntingiacalaburaL)TERHADAPBAKTERI Propionibacteriumacnesdan Staphylococcus aureus</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5402" />
    <author>
      <name>ANANDA, ANGELINAMAGHVIRA</name>
    </author>
    <author>
      <name>212114027</name>
    </author>
    <author>
      <name>PUTERI, CUT INTAN ANNISA</name>
    </author>
    <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5402</id>
    <updated>2026-08-21T01:32:34Z</updated>
    <published>2025-10-16T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: FORMULASIDANEVALUASIANTIJERAWATNANO POINT CLEAR DARI EKSTRAK DAUN KERSEN (MuntingiacalaburaL)TERHADAPBAKTERI Propionibacteriumacnesdan Staphylococcus aureus
Authors: ANANDA, ANGELINAMAGHVIRA; 212114027; PUTERI, CUT INTAN ANNISA
Abstract: Jerawatmerupakanperadangankulityangumumterjadiakibatkelenjarminyak kulit terlalu aktif sehingga pori-pori kulit akan tersumbat, seringkali disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Penggunaan obat konvensionalseperti retinoiddanantibiotikseringmenimbulkanefeksampingseperti iritasi,kemerahan,kekeringandanresistensibakteridaripenggunaanantibiotikjangka panjang. Nano point clear merupakan sediaan topikal yang diformulasikan menggunakan ekstrak daun kersen sehingga memiliki kelebihan antara lain aktivitas antibakteri yang tinggi karena mengandung senyawa bioaktif flavonoid dan tanin, ukuran partikel nano yang meningkatkan penetrasi ke dalam kulit, serta sifat yang minim iritasi.&#xD;
Tujuanpenelitianiniadalahuntukmemformulasikansediaannano Pointclear denganmetodeultrasonikasigunameningkatkanpenetrasikedalamkulitdansebagai antibakteri sehingga menghasilkan sediaan nano Point clear yang dapat mengobati jerawat. Nano Point clear dibuat dalam 4 formulasi yaitu F0, F1 (2,5%), F2 (5%), F3 (7,5%). Evaluasi sediaan Nano Point clear meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, uji iritasi, dan cycling test. Dilakukan pengujian antibakteri sediaan nano Point clear terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus.&#xD;
EkstrakdaunkersendapatdiformulasikankedalambentuksediaannanoPoint clear. Pada hasil evaluasi sediaan menunjukkan bahwa nano Point clear stabil dan memenuhipersyaratansesuaistandaryangtelahditetapkan.Hasilaktivitasantibakteri nanoPointclearterhadapbakteriPropionibacteriumacnesdanStaphylococcusaureus yang terbaik pada konsentrasi 7,5% dengan daya hambat 17,7 mm dan 15,9 mm termasuk dalam kategori kuat</summary>
    <dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PENENTUAN KADAR ASAM ORGANIK DARI CLASSIC ENZYME DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC)</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5400" />
    <author>
      <name>DHINIA, NADHIA SHAQILA</name>
    </author>
    <author>
      <name>212114108</name>
    </author>
    <author>
      <name>DAULAY, ANNY SARTIKA</name>
    </author>
    <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5400</id>
    <updated>2026-08-20T08:07:51Z</updated>
    <published>2025-07-08T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PENENTUAN KADAR ASAM ORGANIK DARI CLASSIC ENZYME DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC)
Authors: DHINIA, NADHIA SHAQILA; 212114108; DAULAY, ANNY SARTIKA
Abstract: Classic Enzyme adalah minuman kesehatan melalui proses fermentasi dengan buah-buah yang segar melalui proses fermentasi dengan waktu panen yang lama. Classic Enzyme bisa menggunakan satu jenis buah yang difermentasi, sangat baik jika menggunakan beragam buah - buahan segar. Classic Enzyme merupakan minuman yang kaya akan manfaat untuk tubuh manusia. Ada beberapa manfaat Classic Enzyme yaitu untuk meningkatakan metabolisme tubuh, memperkuat fungsi sel darah merah dan darah putih, bermanfaat untuk memperlancar pencernaan, meningkatkan stamina tubuh dan peremajaan sel-sel, berfungsi untuk mengadakan detoksifikasi yakni untuk meminimalisir racun-racun dalam tubuh. &#xD;
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif meliputi uji organoleptik yang terdiri dari warna, rasa, aroma, dan tekstur serta identifikasi asam organik dari hasil fermentasi Classic Enzyme, sedangkan penelitian kuantitatif dengan menetapkan kadar asam organik yaitu asam laktat dan asam asetat yang terbentuk pada sampel Classic Enzyme dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). &#xD;
Hasil Pada Penelitian ini sampel yang difermentasi positif mengandung asam laktat dan asam asetat dan didapatkan kadar asam organik yang berbeda-beda, yaitu pada asam laktat hari ke-7 didapatkan kadar sebesar 0,22156 dan pada hari ke-14 mengalami kenaikan kadar yaitu sebesar 0,317808. Sedangkan kadar asam asetat pada hari ke-7 didapatkan kadar sebesar 2,929342 dan pada hari ke-14 mengalami penurunan kadar yaitu sebesar 0,637625.</summary>
    <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ANALISIS KADAR KLORIN PADA BERAS ( Oryza sativa L.) YANG BEREDAR DI BEBERAPA PASAR DI KOTA MEDAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5399" />
    <author>
      <name>PUTRI SUHARTONO, ATILLA ELIZA</name>
    </author>
    <author>
      <name>212114096</name>
    </author>
    <author>
      <name>PULUNGAN, AINIL FITHRI</name>
    </author>
    <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5399</id>
    <updated>2026-08-20T07:51:52Z</updated>
    <published>2025-07-05T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: ANALISIS KADAR KLORIN PADA BERAS ( Oryza sativa L.) YANG BEREDAR DI BEBERAPA PASAR DI KOTA MEDAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Authors: PUTRI SUHARTONO, ATILLA ELIZA; 212114096; PULUNGAN, AINIL FITHRI
Abstract: Kebutuhan dasar manusia salah satunya dicukupi dari aspek pangan. Salah satu komoditas pangan yang paling penting untuk pemenuhan kebutuhan  adalah  beras. Dimasa sekarang ini, banyak produsen nakal yang menggunakan berbagai cara untuk memperpanjang umur simpan atau perbaiki tekstur, rasa, dan warna dari produk yang dijual khususnya pada beras putih. Masyarakat kerap terkecoh bahwa beras yang putih dan licin merupakan ciri fisik beras mengandung klorin. Klorin merupakan suatu zat kimia yang biasanya digunakan sebagai pembunuh kuman. Tetapi pada saat sekarang ini, klorin telah banyak digunakan sebagai bahan pemutih atau pengkilat beras. Klorin akan bereaksi dengan air membentuk asam hipoklorus yang apabila masuk ke dalam tubuh manusia akan merusak sel-sel tubuh.&#xD;
Metode penelitian ini adalah purposive sampling. Sampling dilakukan dibeberapa pasar di kota Medan. Sampel beras akan dipreparasi dan dilakukan uji kualitatif klorin dengan menggunakan empat perekasi yaitu Reagen N, N-Dietil-Fenilindiamin (DPD), Pereaksi  AgNO3, Pereaksi KI 10% dan Amilum 1%, dan Pereaksi Povidone Iodine. Selanjutnya sampel akan dianalisis kadarnya menggunakan metode spektrofotmetri UV-Vis.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari sepuluh sampel beras positif mengandung klorin. Sampel beras yang dinyatakan positif adalah sampel beras A,B,C,D dan E. Kadar klorin tertinngi terdapat pada sampel B yaitu sebesar 220,5704 ± 0,3931 mcg/g, sedangkan kadar klorin terendah terdapat pada sampel C yaitu sebesar 69,7218 ± 0,7957 mcg/g. Hal ini jelas melanggar peraturan perundang udangan yang telah melarang adanya klorin sabagai bahan tambahan pangan karna sangat berbahaya bagi tubuh manusia.</summary>
    <dc:date>2025-07-05T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

