<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/289" />
  <subtitle />
  <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/289</id>
  <updated>2026-04-10T18:43:07Z</updated>
  <dc:date>2026-04-10T18:43:07Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Analisis Yuridis Pidana Penjara Dan Rehabilitasi Terhadap Pecandu Narkotika Jenis Shabu ( Studi Putusan Pengadilan Negeri Sei Rampah Nomor 9/Pid.Sus/2024/PN Srh )</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5214" />
    <author>
      <name>MARFIANSYAH</name>
    </author>
    <author>
      <name>. 235114209</name>
    </author>
    <author>
      <name>HIZBULLAH, MUHAMMAD</name>
    </author>
    <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5214</id>
    <updated>2026-04-10T08:48:59Z</updated>
    <published>2025-07-08T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Yuridis Pidana Penjara Dan Rehabilitasi Terhadap Pecandu Narkotika Jenis Shabu ( Studi Putusan Pengadilan Negeri Sei Rampah Nomor 9/Pid.Sus/2024/PN Srh )
Authors: MARFIANSYAH; . 235114209; HIZBULLAH, MUHAMMAD
Abstract: PenyalahgunaannarkotikadikualifikasikansebagaitindkapidanadalamUndang-undangNomor 35 Tahun 2009 tentangNarkotika.Penerapan system pemidanaanterhadappelakutindakpidanapenyalahgunanakotikamengedepankanpendekatanhumanistic yang memperhatikanprinsipindividualisasipidanadalampenggunaansanksipidanasebagaisalahsatusaranapenanggulangankejahatan. Padahahekatnyapelakupenyakahgunanarkotikajugamerupakankorban yang membutuhkanpertolonganmedis.Penerapantindakanberuparehabilitasimedisdan social bertujuanuntukmemperpaikikeadaandiripenyalahgunanarkotika agar terbebasdariketergantungannarkotikasehinggadapatkembalikemasyarakatasecarawajar.Tujuanpenelitianyakniuntukmengetahuidan menganalisis faktor-faktorterjadinyarehabilitasiterhadappecandunarkotika, untukmengetahuidan menganalisis tujuanpemidanaan yang hendakdicapaimelaluisanksirehabilitasiterhadappecandunarkotika, untukmengetahuidan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkanpidanapenjaradanrehabilitasipengguna narkotika jenisshabudalamputusanPengadilanSeiRampahNomor 9/Pid.Sus/2024/PN Srh. Penelitian yang digunakanadalahpenelitianhukumnormatif. Sifatpenelitianiniadalahanalisisdeskriptifdenganpendekatanperundang-undangan (state approach) danpendekatananalitis (analytical approach) yaitudenganmenganalisiskasus (case study) denganmenggunakanmetodekualitatifuntukdapatditarikkesimpulansecaradeduktif.HasilpenelitianyaituketentuansanksipidanapenjaradanrehabilitasiterhadappecandunarkotikajenisshabudalamUndang-UndangNomor 35 Tahun 2009 TentangNarkotikaadalahpidanapenjarabagikorbanpenyalahgunaannarkotikaperludigantidengantindakanrehabilitasisebagaimanadianutdalamsistemduajalurdalampemidanaan(double track system). Tujuanpemidanaan yang hendakdicapaimelaluisanksipidanapenjaradanrehabilitasiterhadappecandunarkotikaadalahpenerapanpidanapenjarabagipenyalahgunakhususnyapecandunarkotikatidakakanmampumenyelesaikanakarpersoalanapabilapelakutidakdiberikanperawatansehinggamampuuntukmelepaskandiridariketergantunganterhadapnarkotika. Pecandunarkotikamemerlukan treatment khususbaiksecaramedismaupunsosial agar yang bersangkutandapatkembalikedalammasyarakatsecara normal.Analisispertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkanpidanapenjaradanrehabilitasipengguna narkotika jenisshabudalamputusanMahkamah Agung Nomor 3749 K/Pid.Sus/2020 adalahpadasaatditanggapditemukanbarangbuktiberupanarkotikagolongan I jenisshabu yang beratnyatidaklebihdari 1 (satu) gram) untukpemakaiansatuhari, danadanyasuratujilaboratoriumdimana urine terdakwapositifmenggunakannarkotikadandipersidanganTerdakwatidakterbuktiterlibatdalamperedarangelapnarkotika, melainkanterdakwamembelinyauntukdigunakansendiri</summary>
    <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Penegakan hukum Berbasis Keadilan Restoratif Justice Terhadap Anak Korban Narkotika di Kabupaten Karo</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5213" />
    <author>
      <name>GINTING, SRI WAHYUNI</name>
    </author>
    <author>
      <name>. 235114168</name>
    </author>
    <author>
      <name>HARAHAP, Syahrul Bakti</name>
    </author>
    <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5213</id>
    <updated>2026-04-09T09:26:00Z</updated>
    <published>2025-07-08T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Penegakan hukum Berbasis Keadilan Restoratif Justice Terhadap Anak Korban Narkotika di Kabupaten Karo
Authors: GINTING, SRI WAHYUNI; . 235114168; HARAHAP, Syahrul Bakti
Abstract: Penegakan hukum terhadap anak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika merupakantantanganseriusdalamsistemperadilanpidanaanakdiIndonesia.Anak dalam kasus ini tidak selalu berperan sebagai pelaku kriminal, melainkan kerap menjadikorbandarilingkungansosialyangrusak,lemahnyapengawasankeluarga, serta pergaulan bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan keadilan restoratif terhadap anak korban narkotika di Kabupaten Karo, serta menganalisis hambatan dan solusi yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitianinimenggunakanmetodekualitatifdeskriptifdenganpendekatanyuridis sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber dari BNNKKaro,SatresNarkobaPolresKaro,DinasSosial,tenagapendidik,sertaanak yang pernah menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan dokumen resmi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keadilan restoratifdiKabupatenKarotelahdiupayakanmelaluipendekatanrehabilitatifoleh BNNK dan diversi oleh kepolisian. Namun, penerapan ini belum optimal karena kurangnya sumber daya, rendahnya pemahaman masyarakat dan aparat penegak hukum tentang konsep keadilan restoratif, serta keterbatasan fasilitas rehabilitasi anak di daerah. Meski demikian, adanya kolaborasi antara instansi terkait dan pendekatan humanis telah memberikan dampak positif bagi pemulihan sosial dan psikologis anak. Dengan demikian, pendekatan keadilan restoratif terhadap anak korban narkotika di Kabupaten Karo perlu terus diperkuat, baik melalui peningkatan pemahaman aparat, penyediaan fasilitas rehabilitasi yang memadai, maupun dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat.</summary>
    <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN ATAS TINDAK PIDANA MALPRAKTEK DOKTER DI POLRES TANAH KARO</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5212" />
    <author>
      <name>TARIGAN, GIATTA</name>
    </author>
    <author>
      <name>. 235114171</name>
    </author>
    <author>
      <name>NOVITA, TRI RENI</name>
    </author>
    <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5212</id>
    <updated>2026-04-09T09:05:50Z</updated>
    <published>2025-07-08T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN ATAS TINDAK PIDANA MALPRAKTEK DOKTER DI POLRES TANAH KARO
Authors: TARIGAN, GIATTA; . 235114171; NOVITA, TRI RENI
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana malpraktik dokter dalam perspektif hukum pidana, serta mengetahui pelaksanaan dan efektivitas perlindungan tersebut sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia.Kasus yang menjadi fokus utama penelitian adalah dugaan malpraktik medis yang terjadi di RS Efarina Etaham Berastagi, Kabupaten Karo, dengan terlapor seorang dokter spesialis bedah yang diduga melakukan tindakan medis yang tidak sesuai prosedur dan menyebabkan kerugian serius pada pasien.Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dan empiris, dengan pendekatan kualitatif.Data diperoleh melalui studi kepustakaan, dokumentasi hukum, serta wawancara dengan pihak keluarga korban, penyidik Polres Tanah Karo, dan tenaga medis terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban malpraktik telah diatur dalam KUHP, UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Namun dalam praktiknya, masih terdapat berbagai hambatan, mulai dari pembuktian unsur kelalaian, keterbatasan akses terhadap rekam medis, hingga tekanan sosial terhadap korban. Meskipun aparat kepolisian, dalam hal ini Polres Tanah Karo, telah melaksanakan proses hukum secara bertahap dari penyelidikan ke penyidikan, pendekatan restorativejustice juga difasilitasi sebagai bentuk pemulihan hubungan sosial antara korban dan rumah sakit. Namun demikian, karena unsur pidana dinilai tetap terpenuhi, proses hukum terhadap terlapor tetap dilanjutkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap korban malpraktik masih perlu diperkuat, baik dari sisi implementasi hukum positif, pendampingan korban, maupun sinergi antar lembaga penegak hukum dan profesi kedokteran. Reformasi pada sistem pertanggungjawaban medis dan transparansi pelayanan kesehatan menjadi sangat penting untuk mencegah kasus serupa di masa depan.</summary>
    <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Penegakan Hukum Terhadap Anak Yang Lalai Mengemudi Kenderaan Bermotor Berakibat Korban Kecelakaan Di Lalu Lintas</title>
    <link rel="alternate" href="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5211" />
    <author>
      <name>DEDIMUNANDAR</name>
    </author>
    <author>
      <name>. 235114149</name>
    </author>
    <author>
      <name>HIZBULLAH, MUHAMMAD</name>
    </author>
    <id>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5211</id>
    <updated>2026-04-09T08:40:45Z</updated>
    <published>2025-07-08T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Penegakan Hukum Terhadap Anak Yang Lalai Mengemudi Kenderaan Bermotor Berakibat Korban Kecelakaan Di Lalu Lintas
Authors: DEDIMUNANDAR; . 235114149; HIZBULLAH, MUHAMMAD
Abstract: Perkembangan teknologi transportasi memudahkan mobilitas masyarakat, namun juga menimbulkan permasalahan hukum ketika kendaraan bermotor dikendarai oleh anak-anak yang belum memiliki kompetensi serta izin resmi. Banyak kasus kecelakaan lalu lintas melibatkan anak sebagai pelaku yang lalai dalam mengemudi, yang berujung pada korban luka-luka hingga kematian. Fenomena ini mencerminkan lemahnya pengawasan keluarga, aparat, dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penegakan hukum terhadap anak yang lalai mengemudi dan menyebabkan kecelakaan, mengidentifikasikendaladalamprosespenegakanhukum,sertamenawarkansolusi berbasis keadilan restoratif. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris dengan lokasi penelitian di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara langsung dengan aparat kepolisian serta pihak keluarga pelaku dan korban.</summary>
    <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

