<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/10">
    <title>DSpace Community:</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/10</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5402" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5400" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5399" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5397" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-09-03T16:29:23Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5402">
    <title>FORMULASIDANEVALUASIANTIJERAWATNANO POINT CLEAR DARI EKSTRAK DAUN KERSEN (MuntingiacalaburaL)TERHADAPBAKTERI Propionibacteriumacnesdan Staphylococcus aureus</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5402</link>
    <description>Title: FORMULASIDANEVALUASIANTIJERAWATNANO POINT CLEAR DARI EKSTRAK DAUN KERSEN (MuntingiacalaburaL)TERHADAPBAKTERI Propionibacteriumacnesdan Staphylococcus aureus
Authors: ANANDA, ANGELINAMAGHVIRA; 212114027; PUTERI, CUT INTAN ANNISA
Abstract: Jerawatmerupakanperadangankulityangumumterjadiakibatkelenjarminyak kulit terlalu aktif sehingga pori-pori kulit akan tersumbat, seringkali disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Penggunaan obat konvensionalseperti retinoiddanantibiotikseringmenimbulkanefeksampingseperti iritasi,kemerahan,kekeringandanresistensibakteridaripenggunaanantibiotikjangka panjang. Nano point clear merupakan sediaan topikal yang diformulasikan menggunakan ekstrak daun kersen sehingga memiliki kelebihan antara lain aktivitas antibakteri yang tinggi karena mengandung senyawa bioaktif flavonoid dan tanin, ukuran partikel nano yang meningkatkan penetrasi ke dalam kulit, serta sifat yang minim iritasi.&#xD;
Tujuanpenelitianiniadalahuntukmemformulasikansediaannano Pointclear denganmetodeultrasonikasigunameningkatkanpenetrasikedalamkulitdansebagai antibakteri sehingga menghasilkan sediaan nano Point clear yang dapat mengobati jerawat. Nano Point clear dibuat dalam 4 formulasi yaitu F0, F1 (2,5%), F2 (5%), F3 (7,5%). Evaluasi sediaan Nano Point clear meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, uji iritasi, dan cycling test. Dilakukan pengujian antibakteri sediaan nano Point clear terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus.&#xD;
EkstrakdaunkersendapatdiformulasikankedalambentuksediaannanoPoint clear. Pada hasil evaluasi sediaan menunjukkan bahwa nano Point clear stabil dan memenuhipersyaratansesuaistandaryangtelahditetapkan.Hasilaktivitasantibakteri nanoPointclearterhadapbakteriPropionibacteriumacnesdanStaphylococcusaureus yang terbaik pada konsentrasi 7,5% dengan daya hambat 17,7 mm dan 15,9 mm termasuk dalam kategori kuat</description>
    <dc:date>2025-10-16T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5400">
    <title>PENENTUAN KADAR ASAM ORGANIK DARI CLASSIC ENZYME DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC)</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5400</link>
    <description>Title: PENENTUAN KADAR ASAM ORGANIK DARI CLASSIC ENZYME DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC)
Authors: DHINIA, NADHIA SHAQILA; 212114108; DAULAY, ANNY SARTIKA
Abstract: Classic Enzyme adalah minuman kesehatan melalui proses fermentasi dengan buah-buah yang segar melalui proses fermentasi dengan waktu panen yang lama. Classic Enzyme bisa menggunakan satu jenis buah yang difermentasi, sangat baik jika menggunakan beragam buah - buahan segar. Classic Enzyme merupakan minuman yang kaya akan manfaat untuk tubuh manusia. Ada beberapa manfaat Classic Enzyme yaitu untuk meningkatakan metabolisme tubuh, memperkuat fungsi sel darah merah dan darah putih, bermanfaat untuk memperlancar pencernaan, meningkatkan stamina tubuh dan peremajaan sel-sel, berfungsi untuk mengadakan detoksifikasi yakni untuk meminimalisir racun-racun dalam tubuh. &#xD;
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif meliputi uji organoleptik yang terdiri dari warna, rasa, aroma, dan tekstur serta identifikasi asam organik dari hasil fermentasi Classic Enzyme, sedangkan penelitian kuantitatif dengan menetapkan kadar asam organik yaitu asam laktat dan asam asetat yang terbentuk pada sampel Classic Enzyme dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). &#xD;
Hasil Pada Penelitian ini sampel yang difermentasi positif mengandung asam laktat dan asam asetat dan didapatkan kadar asam organik yang berbeda-beda, yaitu pada asam laktat hari ke-7 didapatkan kadar sebesar 0,22156 dan pada hari ke-14 mengalami kenaikan kadar yaitu sebesar 0,317808. Sedangkan kadar asam asetat pada hari ke-7 didapatkan kadar sebesar 2,929342 dan pada hari ke-14 mengalami penurunan kadar yaitu sebesar 0,637625.</description>
    <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5399">
    <title>ANALISIS KADAR KLORIN PADA BERAS ( Oryza sativa L.) YANG BEREDAR DI BEBERAPA PASAR DI KOTA MEDAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5399</link>
    <description>Title: ANALISIS KADAR KLORIN PADA BERAS ( Oryza sativa L.) YANG BEREDAR DI BEBERAPA PASAR DI KOTA MEDAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Authors: PUTRI SUHARTONO, ATILLA ELIZA; 212114096; PULUNGAN, AINIL FITHRI
Abstract: Kebutuhan dasar manusia salah satunya dicukupi dari aspek pangan. Salah satu komoditas pangan yang paling penting untuk pemenuhan kebutuhan  adalah  beras. Dimasa sekarang ini, banyak produsen nakal yang menggunakan berbagai cara untuk memperpanjang umur simpan atau perbaiki tekstur, rasa, dan warna dari produk yang dijual khususnya pada beras putih. Masyarakat kerap terkecoh bahwa beras yang putih dan licin merupakan ciri fisik beras mengandung klorin. Klorin merupakan suatu zat kimia yang biasanya digunakan sebagai pembunuh kuman. Tetapi pada saat sekarang ini, klorin telah banyak digunakan sebagai bahan pemutih atau pengkilat beras. Klorin akan bereaksi dengan air membentuk asam hipoklorus yang apabila masuk ke dalam tubuh manusia akan merusak sel-sel tubuh.&#xD;
Metode penelitian ini adalah purposive sampling. Sampling dilakukan dibeberapa pasar di kota Medan. Sampel beras akan dipreparasi dan dilakukan uji kualitatif klorin dengan menggunakan empat perekasi yaitu Reagen N, N-Dietil-Fenilindiamin (DPD), Pereaksi  AgNO3, Pereaksi KI 10% dan Amilum 1%, dan Pereaksi Povidone Iodine. Selanjutnya sampel akan dianalisis kadarnya menggunakan metode spektrofotmetri UV-Vis.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari sepuluh sampel beras positif mengandung klorin. Sampel beras yang dinyatakan positif adalah sampel beras A,B,C,D dan E. Kadar klorin tertinngi terdapat pada sampel B yaitu sebesar 220,5704 ± 0,3931 mcg/g, sedangkan kadar klorin terendah terdapat pada sampel C yaitu sebesar 69,7218 ± 0,7957 mcg/g. Hal ini jelas melanggar peraturan perundang udangan yang telah melarang adanya klorin sabagai bahan tambahan pangan karna sangat berbahaya bagi tubuh manusia.</description>
    <dc:date>2025-07-05T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5397">
    <title>AKTIVITAS ANTIJAMUR HIDROGEL DARI KITOSAN CANGKANG KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes) TERHADAP Malassezia furfur</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5397</link>
    <description>Title: AKTIVITAS ANTIJAMUR HIDROGEL DARI KITOSAN CANGKANG KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes) TERHADAP Malassezia furfur
Authors: RITONGA, REVI MARISKA; 212114092; RIDWANTO
Abstract: Kerang simping (Amusium pleuronectes) merupakan salah satu kerang yang banyak ditemukan di seluruh perairan Indonesia. Salah satu upaya pemanfaatan limbah cangkang kerang simping adalah dengan mengolahnya menjadi kitosan. Kitosan adalah biopolimer yang berasal dari kitin, dikenal memiliki aktivitas antijamur yang kuat. Kitosan memiliki enzim kitinase yaitu enzim β-1,3 glukanase yang dapat menekan pertumbuhan jamur. Untuk mengoptimalkan potensi antijamur kitosan, perlu dikembangkan dalam bentuk sediaan yang mudah digunakan dan stabil seperti hidrogel. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan hidrogel dari kitosan libah cangkang kerang simping memiliki aktivitas antijamur terhadap Malasezia furfur.&#xD;
Metode penelitian ini adalah eksperimental. kitosan dibuat dari cangkang kerang simping yang diperoleh dari perairan Sibolga melalui beberapa tahap, yaitu deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi. Kitosan yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi berdasarkan kadar air, kadar abu, rendemen, kelarutan, serta analisis gugus fungsi menggunakan spektrofotometer FTIR. Selanjutnya, kitosan diformulasikan dalam bentuk hidrogel dengan empat konsentrasi yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%. Evaluasi sediaan dilakukan melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta uji aktivitas antijamur terhadap Malassezia furfur.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan dari cangkang kerang simping (Amusium pleuronectes) memiliki gugus fungsi yang mirip dengan kitosan baku dan derajat deasetilasi sebesar 76,98%. Evaluasi hidrogel selama 3 minggu menunjukkan stabilitas yang baik, dengan uji organoleptis tanpa perubahan bau, warna, dan bentuk. Uji homogenitas tidak menemukan butiran kasar, pH berada dalam rentang kulit (4–6,5), daya sebar rata-rata 5–7 cm, daya lekat lebih dari 1 detik, dan viskositas stabil antara 3000–50000 cps. Aktivitas antijamur hidrogel kitosan terhadap Malassezia furfur dengan zona hambat yang diperoleh pada konsentrasi 2% sebesar 11,5 mm, konsentrasi 4% sebesar 13,3 mm, konsentrasi 6% sebesar 15 mm, maka pada konsentrasi 6% menunjukkan daya hambat yang paling baik.</description>
    <dc:date>2025-07-03T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

