<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/16">
    <title>DSpace Community:</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/16</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4831" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4830" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4829" />
        <rdf:li rdf:resource="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4716" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2025-10-31T22:22:07Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4831">
    <title>ANALISIS PEMASARAN CABAI MERAH (Capsicum annum L)</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4831</link>
    <description>Title: ANALISIS PEMASARAN CABAI MERAH (Capsicum annum L)
Authors: SITOMPUL, AHMAD RIZKI HIDAYAT; 194114013; Handayani, Leni
Abstract: Saluran distribusi pemasaran pada cabai merah di mulai dari petani dan berakhir pada konsumen akhir. Anggota yang saling berhubungan selama kegiatan pemasaran produk berlangsung akan membentuk sebuah saluran distribusi. Semakin panjang saluran distribusi pemasaran maka semakin banyak biaya yang akan dikeluarkan dan semakin besar juga harga yang akan dibiayai oleh konsumen akhir serta akan membuat marjin keuntungan yang rendah, sebaliknya semakin  pendek saluran distribusi pemasaran maka semakin sedikit lembaga yang terlibat sehingga harga yang akan di bayarkan oleh konsumen akan lebih kecil serta akan membuat marjin keuntungan yang tinggi. Fokus penelitian ini adalah bagaimana saluran pemasaran cabai merah dan bagaimana marjin pemasaran cabai merah di daerah penelitian Untuk menguji hipotesis  yaitu diduga terdapat saluran pemasaran cabai merah di daerah penelitian. Diduga terdapat marjin pemasaran cabai merah di daerah penelitian. Berdasarkan  analisis yang dilakukan bahwa saluran pemasaran yang dapat memberikan petani keuntungan yang lebih besar adalah petani yang memasarkan cabai merah dengan menggunakan jalur pemasaran yang lebih singkat seperti saluran I. Margin  pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp 5.000 terdapat pada pedagang pengumpul dengan profit Rp. 3.500/Kg dan sebesar Rp. 5.000/kg pada pedagang pengecer dengan profit sebesar Rp. 4.615/kg. Margin pemasaran pada saluran pemasaran II sebesar Rp 5.000 terdapat pada pedagang pengumpul dengan profit Rp 3.500/kg dan sebesar Rp.5.000/kg pada pedagang antar daerah dengan profit sebesar Rp.1.190 dan pada pedagang pengecer Rp. 10.000 dengan profit margin sebesar Rp. 2.615</description>
    <dc:date>2020-09-20T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4830">
    <title>ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN  DATARAN RENDAH</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4830</link>
    <description>Title: ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN  DATARAN RENDAH
Authors: HARAHAP, SITI AYUN; 234114044; Handayani, Leni
Abstract: Desa Batang Tanggal Baru  merupakan salah satu pemasok sayuran ke pasar-pasar yang ada di Kecamatan Lubuk Barumun yang ada Kabupaten Padang Lawas. Komoditas sayuran yang paling banyak diusahakan oleh petani di daerah penelitian antara lain: bayam, kangkung, sawi, kacang panjang, terong dan tomat. Petani sayuran di Desa Batang Tanggal Baru menanam sayur dengan sistem yang bermacam-macam. Sebagian petani melakukan sistem penanaman rotasi, dimana setelah melakukan pemanenan satu jenis sayuran kemudian lahan ditanami jenis sayuran yang lain. Namun sebagian besar petani melakukan sistem polikultur, yaitu petani menanam berbagai macam sayuran pada satu lahan pada saat yang bersamaan. Sawi, kangkung dan bayam merupakan tiga jenis komoditas sayuran yang selalu ditanami secara polikultur oleh petani sayuran. Fokus penelitian ini adalah bagaimana pola kombinasi usahatani sayuran dataran rendah berpengaruh terhadap pendapatan petani di daerah penelitian. Bagaimana pendapatan usahatani sayuran dataran rendah dengan pola kombinasi di daerah penelitian. Apakah usahatani sayuran dataran rendah dengan pola kombinasi layak diusahakan di daerah penelitian. Untuk menguji hipotesis yaitu diduga ada pola kombinasi usahatani sayuran dataran rendah di daerah penelitian. Diduga ada pengaruh pendapatan usahatani sayuran dataran rendah di daerah penelitian. Diduga usahatani sayuran dataran rendah layak di usahakan di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usahatani dengan menggunakan rumus pendapatan Pd = TR – TC dan rumus kelayakan R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pola kombinasi komoditi di daerah penelitian terdiri dari 4, yakni : Pola kombinasi 1 : sawi –bayam-kangkung. Pola kombinasi 2 : sawi- bayam. Pola kombinasi 3 : sawi-kangkung. Pola Monokultur : sawi. Pendapatan usahatani sayuran per petani tertinggi terdapat pada usahatani dengan pola kombinasi 1 yaitu dengan penanaman sayuran sawi-bayam –kangkung yaitu sebesar Rp. 31.848.563. Usahatani sayuran dataran rendah dengan semua pola kombinasi layak diusahakan di daerah penelitian dengan nilai R/C Ratio  &gt; 1. Kelayakan tertinggi terdapat pada pola monukultur yaitu nilai R/C Ratioa sebesar 2,62</description>
    <dc:date>2024-11-05T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4829">
    <title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI MERAH PADA KONSUMEN RUMAH TANGGA</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4829</link>
    <description>Title: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI MERAH PADA KONSUMEN RUMAH TANGGA
Authors: NASUTION, NUR HABIBA; 234114043; Handayani, Leni
Abstract: Permintaan cabai merah oleh masyarakat di Desa Pagaran Malaka Kecamatan  Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas  dipengaruhi oleh banyak hal,  seperti harga cabai merah itu sendiri, harga barang lain  yang dapat menjadi barang substitusi atau komplementer dan jumlah penduduk serta pendapatan konsumen. Analisis permintaan cabai merah dengan langkah-langka yang lebih baik guna mengatasi permintaan ketersediaan cabai merah yang berdampak pada kenaikan harga sehingga kebutuhan cabai merah masyarakat di Desa  Pagaran Malaka Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas dapat terpenuhi. Fokus penelitian ini adalah faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi permintaan cabai merah di daerah penelitian. Seberapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah di daerah penelitian. Untuk menguji hipotesis yaitu diduga faktor-faktor saja yang paling berpengaruh permintaan cabai merah di daerah penelitian. Diduga faktor harga cabai merah, harga barang pengganti/harga cabai rawit,  jumlah anggota keluarga dan pendapatan keluarga mempengaruhi permintaan cabai merah di daerah penelitian . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-Faktor yang  mempengaruhi permintaan cabai merah di Desa Pagaran Malaka adalah pendapatan keluarga (X4)  jumlah anggota keluarga (X3) harga barang pengganti/harga cabai rawit (X2) dan harga cabai merah (X1). Dari hasil analsisis regresi linear berganda didapatkan hasil uji t dengan taraf kepercayaan 95% atau α 0,05 yang menyimpulkan bahwa variabel harga cabai merah  (HCM), harga cabai rawit (HCR), jumlah anggota keluarga (JAK) dan pendapatan keluarga (PK) berpengaruh nyata terhadap permintaan cabai merah di Desa Pagaran Malaka Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas</description>
    <dc:date>2024-11-05T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4716">
    <title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG HASIL LAUT DI PASAR TRADISIONAL</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/4716</link>
    <description>Title: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG HASIL LAUT DI PASAR TRADISIONAL
Authors: RAHMAN, ZUL FADLI; 194114023; Handayani, Leni
Abstract: Pasar tradisional di Desa Sukakarya Kecamatan Semeulue Timur merupakan salah satu sentra produksi ikan laut di Kabupaten Sinabang yang senantiasa mendistribusikan hasil produksinya ke pasar-pasar yang ada di Kecamatan Semeuleu Timur. Banyak persoalan yang dihadapi oleh pedagang pengumpul baik yang berhubungan langsung dengan pemasaran hasil-hasil pertanian maupun yang dihadapi dalam kehidupan sehari-sehari. Untuk itu pedagang harus benar-benar memperhitungkan pengeluaran dan penerimaan dimana pedagang harus menjual barang-barang daganganya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan. Maka dapat di asumsikan bahwa sektor ini menjanjikan sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan menjual hasil laut disebabkan karena Kecamatan Semeulue Timur merupakan sentra produksi hasil laut yang mempunyai sifat-sifat 1). Merupakan salah satu bahan pangan yang diperlukan oleh seluruh masyarakat, 2). Permintaan terhadap ikan/hasil laut  terus meningkat dan 3). Mudah rusak sedangkan masyarakat pada umumnya memerlukan ikan/hasil laut yang masih segar. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pendapatan pedagang hasil laut dann bagaimana pengaruh faktor umur, pendidikan formal, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga dan untukm menganalisis biaya produksi terhadap pendapatan pedagang hasil laut di pasar tradisional di daerah penelitian. Berdasarkan  analisis yang dilakukan bahwa rata-rata pendapatan bersih pedagang hasil laut adalah Rp. 3.049.712 per bulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pedagang hasil laut yaitu (umur, pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman, biaya produksi) secara serempak berpengaruh nyata terhadap pendapatan pedagang  hasil laut. Secara parsial faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan  hasil laut yaitu (pendidikan formal dan biaya produksi). Beberapa hambatan atau kendala yang dihadapi pedagang hasil laut adalah rendahnya permintaan selain hari besar, harga daging ayam mengalami penurunan,  komoditi hasil laut yang mudah rusak dan jika hasil laut yang diperoleh sedikit menyebabkan berkurangnya aktivitas nelayan.</description>
    <dc:date>2023-11-02T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

