<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Community: Faculty of Pharmacy</title>
    <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/2</link>
    <description>Faculty of Pharmacy</description>
    <pubDate>Tue, 23 Jun 2026 15:54:38 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-06-23T15:54:38Z</dc:date>
    <item>
      <title>FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOSERUM  DARI KOLAGEN TULANG IKAN TUNA SIRIP KUNING</title>
      <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5363</link>
      <description>Title: FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOSERUM  DARI KOLAGEN TULANG IKAN TUNA SIRIP KUNING
Authors: NAJWA LAILATULQODRI; 021211401; RANI, ZULMAI
Abstract: Kolagen merupakan jenis protein struktural berbentuk serat yang terdapat dalam jaringan ikat dan matriks ekstraseluler pada hewan  yang memiliki partikel besar sehingga sulit untuk diaplikasikan pada penggunaan topikal. Pada penelitian ini sumber kolagen diperoleh dari tulang ikan tuna yang diaplikasikan dalam sediaan nanoserum. &#xD;
Metode yang digunakan adalah eksperimental, meliputi isolasi kolagen melalui tahapan preparasi, hidrolisis, dan pembentukan kolagen. Kolagen yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk mengidentifikasi gugus fungsi. Formula nanoserum dibuat dengan konsentrasi kolagen sebesar 0,5; 1,0; dan 1,5%. Evaluasi terhadap sediaan nanoserum meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan uji iritasi kulit.&#xD;
Hasil analisis menunjukkan bahwa spektrum FTIR kolagen tulang ikan tuna sirip kuning memiliki kesesuaian dengan Spektrum FTIR kolagen standar dengan gugus fungsi khas kolagen yaitu amida A, amida I, amida II, dan amida III. Formula nanoserum menunjukkan hasil organoleptik (warna, bau, dan bentuk) stabil selama penyimpanan, homogen tanpa adanya butiran, serta memiliki pH dalam rentang yang sesuai untuk kulit. Daya sebar dan daya lekat sediaan memenuhi syarat, serta viskositas berada dalam rentang 230–1150 cPs. Sediaan juga tidak menimbulkan iritasi pada kulit dan memiliki kestabilan partikel nano setelah 4 minggu.</description>
      <pubDate>Thu, 03 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5363</guid>
      <dc:date>2025-07-03T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>FORMULASI SEDIAAN NANO SPRAY GEL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI PELEMBAB</title>
      <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5361</link>
      <description>Title: FORMULASI SEDIAAN NANO SPRAY GEL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI PELEMBAB
Authors: LUBIS, ASIRA; .212114109; RANI, ZULMAI
Abstract: Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid, yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan serta berpotensi menjaga kelembapan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun kelor sebagai sediaan nano spray gel. Sediaan ini menggabungkan keunggulan gel yang memiliki efek dingin, cepat kering, dan tidak lengket dengan kemudahan penggunaan dari sistem semprot. Penggunaan spray gel semakin banyak dikembangkan dalam bidang kosmetik maupun farmasi karena dinilai praktis, higienis, dan nyaman saat digunakan. Tahapan pada penelitian ini meliputi pengolahan bahan tumbuhan, pembuatan ekstrak etanol, pemeriksaan karakterisasi, skrining fitokimia, dan formulasi sediaan spray gel ekstrak etanol daun kelor. Ekstrak etanol daun kelor diperleh menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Kemudian diformulasikan dalam sediaan nano spray gel dengan konsentrasi ekstrak etanol daun kelor 0,5; 0,75; dan 1%. Hasil skiring fitokimia ekstrak etanol daun kelor positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil uji evaluasi fisik sediaan menunjukkan stabil selama penyimpanan, aman digunakan pada kulit karena tidak menyebabkan iritasi, dan pHnya masih dalam rentang pH kulit yaitu 4,5-7. Sediaan nano spray gel yang memiliki kelembapan yang baik terdapat pada formula 3 dengan</description>
      <pubDate>Tue, 08 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5361</guid>
      <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S.Moore) DAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.)</title>
      <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5326</link>
      <description>Title: UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides (Benth.) S.Moore) DAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.)
Authors: DARI MS, APRIANA ULAN; 232114104; Syahputri, Hindri
Abstract: Penyakitkulitmerupakanjenispenyakitkulit yang paling banyakditemui di negaratropissepertiindonesia. Salah satupenyebabutamanyaadalahinfeksibakteri.Daunsintrong (Crassocephalumcrepidioides(Benth.)S.Moore) danbawangdaun (Allium fistulosum L.) mengandungsenyawametabolitsekunder yang berpotensisebagaiantibakteri.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiaktivitasantibakteriekstrakdaunsintrong (Crassocephalumcrepidioides(Benth.)S.Moore) danbawangdaun (Allium fistulosum L.) yang diformulasikandalambentuksediaan gel.&#xD;
Penelitianbersifateksperimentaldenganpembuatansediaan gel menggunakanvariasiperbandinganekstrakdaunsintrong (Crassocephalumcrepidioides(Benth.)S.Moore)danbawangdaun (Allium fistulosum L.) (2:3, 2:2, 3:2). Parameter evaluasimeliputiujiorganoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dayasebar, dandayalekat.AktivitasantibakteridiujidenganmetodedifusicakramterhadapStaphylococcus aureusdanStaphylococcus epidermidismenggunakanklindamisinsebagaikontrolpositifdan basis gel sebagaikontrolnegatif.&#xD;
Hasilmenunjukkanseluruh formula memenuhikriteriafisiksediaan gel dengan pH 5,1–5,8, viskositas 23726–38580 cPs, dayasebardalamrentang 5-7 cm, sertadayalekat&gt;4 detik. Aktivitasantibakterimenunjukkanadanyazonahambatpadasemua formula dengan diameter terbesarpada formula F3 (3:2) dengan diameter hambat rata-rata 18,23 ± 0,67 mm terhadapStaphylococcusaureusdan 17,51 ± 0,30 mm terhadapStaphylococcusepidermidis yang dikategorikankuat.</description>
      <pubDate>Tue, 11 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5326</guid>
      <dc:date>2025-11-11T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>TINGKAT  PENGETAHUAN SANTRI/WATI PONDOK PESANTRENAR-RAUDHATUL HASANAH TENTANG PENYAKITKULIT DAN PENCEGAHAN SERTA PENGOBATANNYA  TAHUN 2018</title>
      <link>http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5301</link>
      <description>Title: TINGKAT  PENGETAHUAN SANTRI/WATI PONDOK PESANTRENAR-RAUDHATUL HASANAH TENTANG PENYAKITKULIT DAN PENCEGAHAN SERTA PENGOBATANNYA  TAHUN 2018
Authors: LUMBAN GAOL, LIA JUNIYANTI; 132114032; Meilani, Debi</description>
      <pubDate>Thu, 10 Sep 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5301</guid>
      <dc:date>2020-09-10T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

