Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5419
Title: TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP DEMONSTRAN DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA
Authors: WIJAYA, MUHAMMAD DAHLAN
245114149
Lubis, Ridwan
Keywords: Sanksi Pidana
Demonstran
Hak Asasi Manusia
Issue Date: 7-Mar-2026
Publisher: FAKULTAS HUKUM 79 2026 HUKUM
Abstract: Penegakan hukum tidak boleh melanggar hak peserta demonstrasi yang tertib. Mereka tetap mendapat perlindungan hukum dari negar. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana tatacara menyampaikan aspirasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, bagaimana pertanggungjawaban pidana terjadinya anarkisme dalam penyampaikan aspirasi di muka umum, bagaimana penegakan hukum terhadap tindakan demonstran yang anarkis dalam penyampaian aspirasi di muka umum dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian normatif dengan menggunakan metode penelitian pustaka (library research) untuk mentelaah data-data sekunder. Jenis data penelitian ini adalah data sekunder. Bahan hukum primer dan sekunder disusun secara sistematis dan dianalisis secara kualitatif. Tatacara menyampaikan aspirasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum adalah adanya kewajiban untuk memberitahukan secara tertulis kepada Kepolisian dan mendapatkan surat ijin berupa STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan) dan pemberitahuan tersebut sekurang-kurangnya dalam waktu 3 x 24 jam sebelum kegiatan itu dilakukan serta mewajibkan pengunjuk rasa mencantumkan jumlah peserta, waktu dan lama rute dan alat peraga yang digunakan. Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana menyampaikan aspirasi di depan umum yang menyebabkan anarkis adalah Pihak kepolisian berwenang melakukan tindakan tegas, mulai dari pembubaran hingga penegakan hukum, sesuai dengan prosedur yang berlaku jika terjadi pelanggaran dan tindakan anarkis. Penyidik akan menentukan peran pelaku (pelaku utama, turut serta, atau penganjur) berdasarkan bukti yang sah dan meyakinkan untuk menetapkan pertanggungjawaban pidana. Penegakan hukum terhadap tindakan demonstran yang anarkis dalam penyampaian aspirasi di muka umum dalam Perspektif Hak Asasi Manusia adalah tidak menghilangkan hak menyampaikan pendapat, tetapi membedakan pelanggaran pidana dengan penyampaian aspirasi Tindakan anarkis seperti perusakan, kekerasan, atau kejahatan terhadap ketertiban umum dapat dikenai sanksi hukum pidana (misalnya Pasal 170 KUHP), sementara peserta lain yang taat hukum tetap dilindungi dan dijamin haknya
URI: http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5419
Appears in Collections:Skripsi Mahasiswa

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
245114149_File1.doc245114149_File1.doc785.54 kBMicrosoft WordView/Open
245114149_File2.doc245114149_File2488.52 kBMicrosoft WordView/Open
245114149_File3.doc245114149_File3.212.35 kBMicrosoft WordView/Open
245114149_File4.doc245114149_File4.212.6 kBMicrosoft WordView/Open
245114149_File5.doc245114149_File5305.61 kBMicrosoft WordView/Open
245114149_File6.doc245114149_File6199.04 kBMicrosoft WordView/Open
245114149_File7.doc245114149_File7314.6 kBMicrosoft WordView/Open
245114149_File8.doc245114149_File8199.21 kBMicrosoft WordView/Open
245114149_File9.doc245114149_File91.2 MBMicrosoft WordView/Open
245114149_FileFullText.doc245114149_FileFullText2.21 MBMicrosoft WordView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.