Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5460
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorYANT, PARIDA YULI-
dc.contributor.author247015065-
dc.contributor.authorKartolo, Rahmat-
dc.date.accessioned2026-09-11T04:06:53Z-
dc.date.available2026-09-11T04:06:53Z-
dc.date.issued2026-06-09-
dc.identifier.urihttp://repository.umnaw.ac.id/jspui/handle/123456789/5460-
dc.description.abstractPermasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keterampilan bercerita siswa, terlihat dari hasil ulangan harian yang menunjukkan bahwa hanya 5 dari 25 siswa (16,6%) yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Model pembelajaran yang digunakan sebelumnya cenderung bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta tes keterampilan bercerita (pretest dan posttest). Pada siklus I, nilai rata-rata pretest siswa adalah 64,8 dengan hanya 2 siswa (8%) yang tuntas. Setelah pembelajaran menggunakan model bermain peran, hasil posttest menunjukkan peningkatan: 12 siswa (48%) tuntas dan 13 siswa (52%) belum tuntas, yang berarti ada peningkatan ketuntasan sebesar 40% dibandingkan kondisi awal. Pada siklus II, terjadi peningkatan yang lebih signifikan. Dari 30 siswa, sebanyak 21 siswa (70%) mencapai ketuntasan, dan 9 siswa (30%) belum tuntas. Secara keseluruhan, peningkatan ketuntasan dari pra tindakan ke siklus II adalah sebesar 61,4% (dari 8% menjadi 70%). Sementara itu, rata-rata aktivitas guru meningkat dari 79% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II, menunjukkan peningkatan sebesar 5%. Peningkatan ini dipengaruhi oleh upaya guru dalam memperbaiki strategi pembelajaran dengan mendorong siswa untuk aktif, percaya diri, dan kreatif dalam bercerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model bermain peran mampu meningkatkan keterampilan bercerita siswa secara signifikan. Metode ini memberikan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan mendorong partisipasi siswa secara penuh, baik sebagai pemain maupun penonton yang aktif memberikan tanggapan. Dengan demikian, model bermain peran efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan bercerita siswa sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.en_US
dc.publisherPASCA UMN Al-WASHLIYAH 21 PEND. B.IND 2026en_US
dc.subjectmodel role playingen_US
dc.subjectstrategi pembelajaranen_US
dc.subjectketerampilan berceritaen_US
dc.titleEFEKTIVITAS MODEL BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 091 PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN PEMBELAJARAN 2025-2026en_US
Appears in Collections:TESIS

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
247015065_File1.docx247015065_File1.606.24 kBMicrosoft Word XMLView/Open
247015065_File2.docx247015065_File2468.82 kBMicrosoft Word XMLView/Open
247015065_File3.docx247015065_File3.240.96 kBMicrosoft Word XMLView/Open
247015065_File4.docx247015065_File4.190.91 kBMicrosoft Word XMLView/Open
247015065_File5.docx247015065_File5.199.81 kBMicrosoft Word XMLView/Open
247015065_File6.docx247015065_File6241.16 kBMicrosoft Word XMLView/Open
247015065_File7.docx247015065_File7211.97 kBMicrosoft Word XMLView/Open
247015065_File8.docx247015065_File8183.71 kBMicrosoft Word XMLView/Open
247015065_File9.docx247015065_File92.37 MBMicrosoft Word XMLView/Open
247015065_Fulltext.docx247015065_Fulltext4.02 MBMicrosoft Word XMLView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.